Lady Gaga dan Ambiguitas Polri

Sikap ambigu dan tidak tegas kembali diperlihatkan Polri terkait dengan rencana Konser Diva Musik Pop asal Amerika, Lady Gaga pada 3 Juni 2012 mendatang. Sikap tersebut diyakini oleh publik sebagai bagian dari tekanan sejumlah Ormas keagamaan, diantaranya Front Pembela Islam (FPI).

Bukan kali ini saja Polri bersikap ambigu terkait dengan adanya tekanan sejmlah Ormas pada penyelenggaraan kegiatan yang dianggap tidak mencerminkan keyakinan tertentu.

Belum selesai kasus pembubaran dan pelarangan penyelanggaraan Diskusi Buku Irsyad Manji di Jakarta dan Yogyakarta, Polri kembali dalam posisi sikap yang mencederai kebebasan publik, dengan melarang dan cenderung membiarkan pembubaran oleh sejumlah Ormas keagamaan saat diskusi berlangsung.

Namun sikap tidak tegas dan menunggu Polri berkaitan dengan Konser Lady Gaga dengan belum memberi ijin penyelenggaraan makin menguatkan asumsi publik bahwa Polri cari aman bila berurusan dengan sejumlah Ormas keagamaan tersebut. Bahkan ada kesan di masyarakat jika Polri didikte oleh Ormas-ormas itu. Padahal sebagai institusi Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri), Polri harusnya memastikan bahwa setiap kegiatan terselenggara dengan lancar dan aman, tanpa selalu harus merujuk pada penolakan sejumlah Ormas tersebut.

Hal ini secara eksplisit ditegaskan pada Pasal 15 Ayat 2, point a UU No. 2/2002, di mana Polri memberikan ijin dan mengawasi keramaian, dengan berkonsekuensi pada minimalisir potensi kekerasan, dan memberikan rasa aman. Dalam pengertian bahwa Polri memiliki pembacaan situasi sendiri dengan tetap menghormati perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat.

Belum Terlambat

Selain itu publik makin dibuat bingung dengan perbedaan sikap antara Polda Metro Jaya dengan Mabes Polri terkait dengan hal penyelenggaraan Konser Lady Gaga. Akan tetapi situasi tersebut harus dilihat sebagai bagian dari diskresi kepolisian, di mana masing-masing Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) memiliki kewenangan yang berkaitan dengan kondusifitas keamanan di daerahnya. Artinya perijinan penyelenggaraan Konser Lady Gaga berada di Polda Metro Jaya, kecuali pada kondisi tertentu, Mabes Polri dapat mengambil alih pemberian perijinan dan pengamanannya.

Terlepas dari itu, Polri belum terlambat untuk mengambil sikap tegas terkait dengan perijinan dan pengamanan Konser Lady Gaga. Ketegasan bahwa pemberian ijin Konser Lady Gaga menjadi jembatan bagi Polri untuk membuktikan pada publik bahwa Polri tidak didikte atau disetir oleh sekelompok Ormas keagamaan dan memperbaiki citranya di mata masyarakat.

Disamping itu, langkah tegas Polri untuk menjamin pelaksanaan Konser Lady Gaga juga akan memberikan stimulasi ke masyarakat bahwa hak untuk berkreasi dan menikmati tontonan dijamin oleh Polri sebagai bagian dari hak-hak dasar warga Negara. Sebab, tidak ada satupun unsur masyarakat yang memaksakan kehendak hanya karena berbeda dan tidak setuju dengan kreativitas seseorang lantas melarangnya dengan dalih tidak sesuai dengan keyakinan dan kultur setempat.

Pemberian ijin Konser Lady Gaga oleh Polri juga akan menstimulasi internal Polri ke depan untuk secara aktif memberikan perijinan keramaian dengan analisis internal yang mendalam berkaitan dengan potensi ancaman keamanan yang akan terjadi.
Sehingga Polri sebagai institusi dapat secara mandiri dalam memutuskan boleh tidaknya suatu kegiatan dilaksanakan, dengan tetap memperhatikan hak-hak dasar warga Negara untuk berekspresi dan berkreasi. Selain itu, diskresi kepolisian yang membuka peluang terjadinya negoisasi belakang layar untuk keuntungan oknum pimpinan dan anggota Polri dapat secara proporsional dihilangkan.

Berkaca dari kepolisian Filipina yang sukses dalam mengamankan Konser Lady Gaga di tengah kecaman penolakan organisasi keagamaan garis keras. Maka sepatutnya Polri juga dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai institusi yang memastikan aktivitas publik dapat berjalan dengan baik dan aman. Dan ancaman pembubaran dan tindak kekerasan Konser Lady Gaga dari Ormas keagamaan harus dilihat oleh Polri sebagai tantangan untuk menjamin publik yang ingin melihat konser tersebut secara aman. Dengan begitu Polri dapat keluar dari bayang-bayang tekanan sekelompok masyarakat dalam menjalankan peran dan fungsinya agar tetap professional dan mandiri sebagai institusi yang menjamin hak-hak warga Negara secara konsisten.

Yunani Hadapi Ceko, Polandia Siap Tantang Rusia

 Warsawa: Timnas Yunani kembali akan berlaga setelah Jumat (8/6) lalu di pertandingan pembuka Euro 2012 bermain imbang 1-1 melawan Polandia. Kali ini Yunani akan bertanding melawan juru kunci klasemen sementara Grup A, timnas Republik Ceko.

Pelatih Yunani, Fernando Santos mengatakan timnas Republik Ceko adalah kesebelasan yang kuat meski di laga awal takluk 1-4 dari Rusia. Santos berjanji tim Yunani akan bermain dengan kekuatan penuh sejak menit pertama. Yang dipersiapkan Santos adalah mencari pengganti yang pas untuk mengisi posisi kunci pertahanan Avaram Papadopolous yang mengalami cedera engkel. Kemungkinan besar, Santos akan mengandalkan duet gelandang veteran Costas Katsouranis dan pemain yang masih belia Kyriakos Papadopoulos (20). Kyriakos ikut berperan saat terciptanya gol Yunani ketika tertinggal 0-1 dari Polandia.

Sementara itu, timnas Polandia yang menjadi tuan rumah akan bertemu Rusia yang kini bertengger di puncak klasemen sementara Grup A. Pertemuan tim Polandia versus Rusia diselaputi unsur historis politis antara kedua negara.

Pelatih kesebelasan Polandia Franciszek Smuda menjanjikan penampilan total selama 90 menit pertandingan. Smuda mengatakan tim Polandia tak gentar dengan Rusia yang di laga perdana tampil superior menggilas Ceko 4-1. Dukungan warga Polandia yang menjadi tuan rumah sangat besar dan berpengaruh secara mental psikologis bagi pemain. Menurut Smuda, tak ada perubahan pada posisi pemain utama Polandia.

Mendikbud Sidak SNMPTN di UNJ

 Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur.

Tiba di UNJ, Mendikbud langsung meninjau lokasi digelarnya ujian tulis yang berlokasi di Gedung Daksinapati, termasuk proses pelaksanaan ujian di kelas khusus yang diikuti belasan peserta ujian tulis berkebutuhan khusus.

Seperti diketahui, UNJ selaku panitia lokal SNMPTN kali ini menguji 33.435 peserta ujian tulis dengan daya tampung 2.171 mahasisa baru. Dalam SNMPTN, tiap peserta diberikan waktu 120 menit, sedangkan untuk peserta berkebutuhan khusus waktu mengerjakan soal ditambah 30 menit.

SNMPTN jalur ujian tulis akan diselenggarakan pada 12-13 Juni 2012, dan ujian keterampilan dilaksanakan pada 14-15 Juni 2012. Tahun ini, SNMPTN dilaksanakan melalui jalur undangan berdasarkan penjaringan prestasi akademik (nilai sekolah dan hasil UN) dan jalur ujian tertulis.

Khusus untuk Program Studi Ilmu Seni dan Keolahragaan para peserta diharuskan mengikuti ujian keterampilan. Untuk panitia lokal 30 DKI Jakarta, selain di UNJ, tes ujian tulis SNMPTN juga digelar di Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, dan Universitas Pancasila, serta 91 sekolah lainnya.

Sementara hasil SNMPTN 2012, panitia SNMPTN 2012 akan mengumumkan melalui website resmi pada 7 Juli 2012. SNMPTN merupakan satu-satunya seleksi yang dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) dalam satu sistem terpadu dan diselenggarakan secara serentak.

Pemimpin Agama di Papua Serukan Damai

Jayapura: Forum Lintas Agama Papua yang terdiri dari sejumlah pemimpin agama di Papua, seperti Kristen, Katolik, Islam, Buddha dan Hindu menyerukan damai kepada seluruh rakyat Bumi Cenderawasih, Selasa (12/6).

Hal ini menyusul semakin panasnya situasi di Papua akibat rentetan aksi penembakan oleh orang tak dikenal. Mereka meminta para pelaku penembakan agar segera bertobat. Forum Lintas Agama Papua juga mendesak polisi agar secepatnya mengungkap siapa pelaku penembakan sebenarnya.

Imbauan serupa juga dilontarkan anggota DPR Papua yang mendesak pemerintah pusat ikut menyelesaikan teror yang telah memakan banyak korban jiwa itu.

Menurut salah satu anggota Dewan, Yan Mandenas, teror penembakan ini seharusnya mendapat perhatian serius pemerintah pusat karena Papua merupakan bagian wilayah Indonesia. Hal ini tak lain untuk menghindari praduga tak bersalah yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, hingga kini Kepolisian Daerah Papua telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat aksi penembakan turis Jerman di Pantai Base G, 29 Mei lalu. Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Johanes Nugroho mengungkapkan ketiga terduga kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Dalam sepekan terakhir, tujuh orang telah menjadi korban penembakan misterius di Jayapura. Seorang di antaranya tewas, sementara enam orang lainnya kritis.

Diceraikan via Telepon, Cinta Tuntut Mustafa

12/06/2012 11:31 | Selebritas

Jakarta: Kabar penikahan antara Cinta Penelope dan Mustafa Ibnu Daud beberapa bulan lalu, mash berbuntut panjang. Betapa tidak? Setelah Cinta mengakui adanya pernikahan, ia malah menemukan kejanggalan dalam pernikahan siri yang sudah ia lakukan dua kali bersama Mustafa.

Cinta bingung dan bertanya alasan dirinya mau menerima Mustafa meski laki-laki itu sudah beristri empat. “Yang pertama itu dia nikahin aku di mobil. Tapi dia bilang engga ingat. Akhirnya dia keceplosan sendiri, ada tayangannya kan? Aku dua minggu engga ketemu dia setelah itu,” curhat Cinta di Halo Selebriti, Selasa (12/6).

Sementara pernikahan keduanya, digelar di depan orangtua Cinta. Tapi, tanpa mahar dan penghulu. “Aku juga engga mengerti sampai sekarang kenapa mau aja yah?” ceritanya.

Entah karena alasan apa, akhirnya Cinta diceraikan Mustafa, melalui telepon, Januari lalu. Cinta pun menuntut Mustafa untuk meminta maaf karena dinilai tidak etis.

Tuntut Air Bersih, Warga Sandera Mobil Dinas

Bima: Sebuah mobil dinas milik pemerintah Kabupaten Bima disandera warga Desa Samili, Kecamatan Waho, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Selasa (12/6). Warga juga menutup akses jalan desa mereka hingga tak dapat dilalui kendaraan umum.

Aksi ini merupakan buntut kekesalan warga karena selama delapan tahun desa mereka tidak mendapatkan aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bima. Warga kesal lantaran mereka kesulitan mencari air bersih bahkan harus melakukan pengeboran sendiri.

Warga kemudian memaksa petugas PDAM yang baru selesai megikuti acara Bualan Bakti Gotong Royong Pemkab Bima memberikan penjelasan dan ikut berorasi. Menurut petugas PDAM, sebenarnya sejak 2004 sebagian warga di desa tersebut telah mendapatkan air bersih. Namun, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab yang memotong pipa, aliran air di Desa Samili bermasalah dan warga tidak bisa mendapatkan air bersih dari PDAM.

Warga akhirnya melepaskan mobil dinas setelah polisi dari Polres Bima didatangkan. Warga mengancam akan kembali melakukan aksi serupa bila dalam dua pekan tuntutannya tak dipenuhi.

Delapan Korban Minibus Maut Masih Dirawat

12/06/2012 11:42

 Purworejo: Delapan korban kecelakaan maut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Saras Husada, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (12/6) siang. Salah satu korban, Ririn Oktaviani, bocah berumur satu setengah tahun berhasil selamat. Ririn hanya mengalami luka gores karena berada dalam dekapan ibunya, Dwi Astuti, yang menderita patah tulang.

Sementara sopir minibus, Hadi Mahrowi, yang juga masih mendapatkan perawatan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan yang menewaskan sembilan warga Desa Turus, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, itu.

Menurut Hadi, sebelum kecelakaan terjadi rem mobilnya tidak berfungsi. Rombongan ini sedianya akan melakukan pembuatan KTP elektronik (e-KTP) sebelum akhirnya minibus yang membawa mereka terjun ke jurang.

Previous Older Entries

Meta